Rabu, 25 November 2015

Wedding Planning

1.       CALON PENGANTIN

                                       http://tenmienmienphi.co/koleksi-gambar-kartun-romantis-muslimah.html/

   Ini sebenarnya bahasan sepele dan tidak sepele “pastilah orang mau nikah pasti harus ada calonnya ya masa nikah sendirian emangnya udah engga waras!”, “kalau engga ada calon pengantinnya mana ada pernikahan!”. Yups... begitulah kira-kira sebagian besar isi pikiran antum tentang pembahasan pertama mengenai calon pengantin. Eits jangan underestime pembahasan ini.

   Sebelumnya kalian pernah mendengar manusia yang menikah dengan hewan, atau manusia menikah dengan boneka bahkan manusia yang menikah dengan orang yang meninggal (maaf kalau ada yang tersinggung). Di dalam Islam atau di dalam agama manapun pernikahan itu seharusnya dilakukan oleh dua orang manusia laki-laki dan perempuan di luar itu tidak akan I bahas.

   Sebelum menikah tentunya kalian semua punya pasangan yang akan kalian ajak untuk bersama-sama mengarungi bahtera rumah tangga, membangun keluarga yang harmonis sejahtera dan lain sebagainya. Maka berdasarkan aturan yang tercantum dalam perundangan yang berlaku menikah itu pasti ada calon pengantinnya dan calon pengantinnya wajib sadar bahwa mereka memang bersedia untuk menikah bukan paksaan apalagi paksaan dengan kekerasan ataupun pernikahan yang dilakukan tanpa sepengetahuan salah satu pihak. Misalnya karena ortu perempuan setuju trus dinikahin saja karena beliau walinya sedangkan perempuan yang dinikahinya engga setuju bahkan engga tahu sama sekali.

   Terkadang juga kita sering menjumpai pernikahan yang dilakukan dengan dasar paksaan. Salah satunya paksaan orang tua, tapi itu jangan kita hanya melihat sisi buruknya saja bahwa itu sebuah pemaksaan tidak ada salahnya kalau kita lihat sisi positifnya. Sepengetahuan I dan yang udah I alami orangtua pasti tidak akan asal memilih pasangan untuk anaknya. Tapi ya itu tergantung persepsi masing-masing sih. Tapi perlu di ingat Restu orang tua adalah kunci kebahagiaan sebuah pernikahan. Oke bahasan ini cukup.

   Kemudian calon pengantin juga harus sudah balig atau cukup umur. Kalau bisa jangan menikah sebelum usia sebagaimana tercantum dalam peraturan yang berlaku. Bukan tanpa dasar, lelaki yang belum balig atau belum cukup umur biasanya belum bisa bertanggung jawab sebagaimana mestinya begitu pula perempuan. Hal ini disebabkan pola pikir yang belum matang, belum siap mengatur rumah tangga, lebih memikirkan diri sendiri, mudah terpengaruh dsb.  Kalau antum sering dengar istilah yang penting cinta, sorry to say, saat menikah terkadang cinta jadi nomor dua walaupun itu juga merupakan sebuah pondasi tapi pondasi itu tidak akan cukup kokoh tanpa pondasi yang lain. Ibaratnya kalau you buat pondasi rumah tak mungkin kan kalau hanya batu belah saja, pasti adalah semen untuk perekat, pasir, tiang dll. Begitu pula berumah tangga, cinta bukan satu-satunya pondasi pernikahan harus ada pondasi yang lain.

   Kemudian agama, menurut I pribadi menikah itu wajib yang seagama, kalau you Islam menikahlah dengan sesama muslim, begitu pula agama yang lain (I tidak akan bahas mengenai agama). Karena menurut I di luar undang-undang yang mengatur,  menikah yang seagama akan memudahkan kita dan pasangan berkomunikasi apapun itu dari hal pribadi, umum sampai menyangkut agama, rasanya menyenangkan jika kita seagama misalnya Islam, saat datang bulan Ramadhan kita dapat berpuasa bersama atau mungkin melakukan puasa sunnah bersama, jika sholat berjamaah rasanya lebih bahagia jika imam atau ma’mum kita adalah pasangan kita sendiri, jika pengetahuan agama kita sedikit kita bisa sama-sama belajar memperdalamnya dan saling mengingatkan agar salah satu tidak terjebak dalam pengetahuan yang salah. I tidak akan bahas mengenai pernikahan berbeda agama, karena I awam tentang itu dan tidak mau sok tahu.

   Rasanya sudah cukup bahasan ini karena menurut I kriteria ini sudah cukup untuk menjadi pedoman dalam memilih pasangan oh iya satu lagi jangan menikah dengan muhrimnya.

Bahasan selanjutnya mengenai LAMARAN akan I post nanti ya.


Jika ada yang salah bisa koreksi I tapi dengan sikap yang santun ya. Thanks.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar